• info@jannahqu.org
0

Bagaimana menyikapi teman yang berhutang

By
Administrator
on 10/7/19, 1:08 PM 262 views

saya mau bertanya.. teman saya pernah pinjam uang sama saya.. tapi dia belum bayar bisa jadi karena lupa. InsyaAllah saya sudah ikhlaskan ustadz… Tapi apakah saya harus memberi tahu si peminjam kalau hutangnya sudah saya ikhlaskan atau saya tidak perluh memberi tahu si peminjam..?

Syukron


0

Administrator

--Administrator--

2502
| 1 1 1
--Administrator--
Administrator
On 10/7/19, 1:11 PM

wa’alaikumussalaam wa rohmatulloohi wa barokaatuh

memang hutang piutang ini menjadi masalah juga dalam masyarakat kita, banyak yang belum mengetahui apa saja yang harus diperhatikan jika kita melakukan hutang piutang, di antaranya kita harus menuliskan jika kita melakukan hutang piutang sebagaimana Allah berfirman dalam alquran surat al baqoroh ayat 282

 

 يأيهاالذين  امنوا إذا تداينتم بدين إلى اجل مسمى فاكتبوه

 

artinya:

wahai orang-orang yang beriman apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya.

Dalam kasus di atas, boleh bagi penanya untuk mengingatkan orang yang berhutang. jika mau diikhlaskan itu menjadi amal sholih untuk penanya, semoga Allah memberikan ridho dan keberkahan untuk orang2 yg ikhlas. tapi bagi yang berhutang dan tidak berniat untuk melunasi hutangnya ini merupakan kesalahan yang besar.

 

jangan berhutang

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat), dan hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِىَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih).

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih. semoga kita semua selalu dibimbing oleh Allah dalam memahami ilmu dan mengamalkannya. walloohu a’lam


Keep Informed

About This Community

This community is for professionals and enthusiasts of our products and services. Share and discuss the best content and new marketing ideas, build your professional profile and become a better marketer together. Read Guidelines

Question tools

1 follower(s)

Stats

Asked: 10/7/19, 1:08 PM
Seen: 262 times
Last updated: 10/7/19, 1:11 PM